menjelajahi tentang bandung prasejarah

Cerita pada saat di perjalanan:

selama perjalanan ke JL.Djunjunan aku bersama kelompokku aku sangat merasa senang dikarenakan aku akhirnya ada Nyaba atau juga perjalanan lagi selain itu aku juga senang dikarenakan tidak ada permasalahan atau perselisihan antara anggota kelompok. Di selama perjalanan juga aku dan kelompokku melewati jalan pintas yang jadi membuat jalur lebih cepat, sehingga walaupun  kelompok pertama yang berangkat pertama jadi kedua paling cepat karena mereka melewati jalur depan jadi kami dapat angkot pertama daripada mereka, jadi kami sampai duluan ke lokasi pertama. Pada saat perjalanan juga alhamdulillah yang harus dicatatnya lebih banyak dibanding Nyaba pertamanya saya.

 

Pada saat kami menggunakan angkot yang kurasakan yaitu senang, dikarenakan aku dapat bercerita bersama teman-teman yang lain, terutama pada saat mau pulang dari museum sampai ke depan BTC dikarenakan dapat berbagi cerita juga kepada kelompok lain soalnya satu angkot. Di angkot pada saat perjalanan, saya melihat orang-orang yang menarik salah satunya, nenek-nenek yang sering bicara, lalu ada banyak orang yang habis mudik, ada juga yang pengamen menyanyi sebuah lagu dan pengamen tersebut kasihan karena tidak diberi uang, saya pada saat saya di setiap menaik angkot lumayan riweuh karena harus memotret situasi angkot tersebut, juga harus membuat pengindraan.

 

tempat -tempat yang kami kunjungi dan diamati yaitu museum Sri Baduga, museum Sri Baduga tepatnya terletak di JL.BKR. disana terdapat banyak sekali peninggalan-peninggalan prasejarah salah satunya ada prasasti sepasang kaki gajah dari kerajaan Tarumanegara, juga prasasti yupa kalau tidak salah. Di museum tersebut ada juga cerita lucu sekali, yaitu salah satu anggota kelompok orang lain dia pada saat melihat-lihat barang peninggalan barang, orang tersebut jatuh. Selain itu di dalam museum Sri Baduga ini juga terdapat ruangan masterpiece disana terdapat banyak barang-barang yang sampai tidak terbeli oleh siapapun jadinya di dalam seperti banker atau semacamnya,salah satu barang tersebut adalah emas 22 karat, samurai VOC, lukisan dan lainnya, di ruangan masterpiece aku punya barang kesukaanku yaitu samurai VOC yang dipakai Jepang pada saat menjajah Indonesia, lalu senjata api VOC, tetapi satu lagi bukan dari ruangan masterpiece, barang tersebut yaitu fosil replika tulang punggung paus biru. dan pada saat saya sudah kedalam museum tersebut, ternyata benar ada tulang paus, akan tetapi sayangnya hanya tulang belakangnya saja, padahal saya sudah bilang ke semua orang bahwa ada paus biru di laut purba Indonesia, tetapi banyak yang tidak percaya kepadaku, bukti nyatanya yaitu paus-paus besar bermigrasi melewati Indonesia.

 

Selama perjalanan ini saya sangat having fun bersama kelompok saya dikarenakan saya dan kelompok saya kerjasamanya jalan walaupun ada yang menghambat akan tetapi masih tetap jalan di setiap peran tersendirinya. Lalu yang aku dapatkan dari perjalanan yang ku alami selama ini yaitu aku mulai mengerti tentang ilmu kerajaan selain itu aku juga akhirnya dapat melihat salah satu bentuk tulang punggung seekor paus biru.

 

Pembelajaran yang kudapat dari Nyaba kemarin yaitu aku sekarang sudah tahu lebih dalam tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia, selain itu aku juga mendapat pembelajaran tentang pola kehidupan di zaman prasejarah mulai dari flora, fauna, pembentukkan gunung api dan lainnya. Perjalanan kemarin juga membuat aku menjadi lebih kaya ilmu di materi kerajaan-kerajaan tarumanegara, dan lain sebagainya yang dipamerkan di museum tersebut.3 hal baru yang kupelajari dari nyaba ini yaitu kesenangan dan santai yang membuat kegiatan sehari penuh jadi tidak gampang capek seperti aku di hari-hari biasa dikarenakan aku seperti orang yang sangat aktif jadinya itu membuatku selalu ceria setiap saat. Kalau hal kedua yang kupelajari dari nyaba patilasan tersebut yaitu kesabaran dikarenakan kesabaran sangat  memengaruhi salah satunya yaitu dapat mengganggu anggota kelompok jika tidak begitu sabar untuk menunggu sesuatu atau hal lainnya. Dan yang ketiga yaitu paling penting yaitu jangan pernah mengomel karena dapat memengaruhi sesuatu yang amat besar, seperti dapat ketiduran di angkot sehingga menyasar, lalu dapat mengganggu perasaan anggota kelompok lainnya, dan membuat semakin capek.

 

Pengalaman menarik selama nyaba sekarang yaitu pada saat aku melihat tulang punggung paus biru, mengapa? Karena aku adalah pecinta paus sejati, akan tetapi saya ini sangat kesal bahwa banyak teman-teman saya yang tidak percaya kalau adanya paus biru di lautan purba ini, karena banyak yang bilang kalau aku hanya mengayal saja.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s