Generasi Uap Selanjutnya

GENERASI UAP SELANJUTNYA

 

Pada suatu hari di tahun 1812 di zaman mesin uap, di rel Menchester, ada sebuah perlombaan kereta uap, perlombaan tersebut menyuruh peserta-peserta membuat kereta uap tercepat dan terkuat untuk menarik gerbong expres pertama disana selama beberapa tahun, dan orang bernama Robert Stephenson, memenangkan kompetisi tersebut dengan lokomotif bernama Stephenson Rocket dengan kecepatan sebesar 38 kilometer per jam dengan 20 putaran. Karena menang ia dapat diterima di rel Inggris menjadi penarik gerbong lokal di Inggris. Dan setelah beberapa tahun di Inggris, karena lebih dibutuhkan di kalangan kerajaan, maka Rocket dipindahkan ke kerajaan di Inggris karena mewah dan elegan. Setelah Rocket, ada lokomotif baru bernama Coalbrookdale, lokomotif tersebut adalah lokomotif sampurna untuk menarik gerbong lokal publik, setelah beberapa tahun kemudian muncullah expres di sana salah satunya Mallard dan lokomotif paling terkenal yaitu The Flying Scotsman karena dikenal sebagai expres terkuat dan tercepat. Akan tetapi Mallard pada saat itu lebih cepat dan memecah rekor dengan kecepatan 203 kilometer per jam. “Mengapa ayah, Scotsman tidaklah begitu cepat dari pada Mallard?” “Karena di desainnya begitu nak, tetapi, mesin hijau tersebut tidak kalah terkenal dengan Mallard”, “Sudahi dulu ya cerita untuk malam ini ya nak, esok ayah harus bekerja lagi dengan kawan ayah, Flying Scotsman, selamat malam nak” “Malam yah”.

 

Di keesokan harinya Charles, bapak tersebut berangkat pukul 7 pagi, dan saat ia sampai hangar kereta indah, Flying Scotsman, ia langsung menaiki ke ruang pengendali mesin uap tersebut dan sambil menunggu kawan kerja dia, ia memasuki dan mempersiapkan keberangkatan kereta tersebut, dengan memasuki arang ke tungku kereta tersebut, sesampainya kawan Charles tersebut datang, Kevin dengan sekejap langsung memasuki ruang pengendali dan membantu Charles. Setelah terbukanya gerbang hangar, melesatlah mesin uap tersebut ke rel dengan membawa gerbong di belakang gerbong batu bara, sesampainya di stasiun Port Erin dan menjemput penumpang dan menarik gerbong pada saat bunyinya peluit dari sang pekerja di stasiun tersebut. Saat pukul 9 malam, Charles Dan Kevin memulangkan Scotsman ke hangarnya kembali sambil membersihkannya. Dan saat keluar dari kereta, ia menemui pengendali lokomotif dari indonesia yang mengendarai lokomotif dari Indonesia rupa yaitu B50, lokomotif tersebut sangatlah langka karena di Indonesia, jarang seperti lokomotif Emily yaitu Asep, ia juga berasal dari Indonesia, akan tetapi ia belajar bahasa mereka, mereka berbincang tentang jadwal keesokan harinya. 

 

Sesampai Charles di rumah karena anaknya sendiri sangat hobi dengan lokomotif uap, dan nanti pada saat tanggal 10 September, ia akan ulang tahun, Charles akan membuatkan sebuah lokomotif uap yang akan berjaya di rel Inggris, karena 10 Septembernya sudah lewat maka ia memiliki waktu untuk membuatnya, di malam tersebut, ia akan pergi ke rumahnya Sir Nigel untuk membantu membuat lokomotif untuk anaknya, Arthur,dan karena setuju maka Sir Nigel menyuruh anak buahnya untuk membantu Charles untuk membuat lokomotif di hangar.  Dari tiap hari yang ia habiskan di hangar bersama anak buahnya Nigel, sampai di tanggal 9 September 1923, Charles bicara dengan anaknya “Arthur, karena esok adalah ulang tahunmu maka ayah berikan kau hadiah nak, temui ayah esok di hangar Steamworks” dengan suara sudah tua, Arthur berkata “Oh ya? Terima kasih bapak, apa itu hadiahnya?” dan kakek tersebut menjawab “You cant know, beacause im full of surprises”, keesokan harinya, setelah lulusan kuliahnya, ia langsung pergi ke Steamworks bersama Ibunya, Charlotte. Sesampainya mereka berdua di depan hangar pintu Steamworks, dibukalah pintu tersebut dengan pekerja disana, dan ternyata, itu sebuah lokomotif uap, lalu ayahnya berjalan menuju anaknya, “Nak karena kau sudah lulus kuliah dan akan bekerja, ayah beri kamu pekerjaan gratis, yaitu menjadi pengendara lokomotif uap” “Oh ayah terima kasih banyak, tetapi, aku belum bisa” “Tak apalah, aku selalu berada disampingmu nak” dan dalam dua tahun, Charles mengajar cara mengoperasikan dan apapun tentang mesin uap dari A sampai Z , dan di tahun 1947, Charles sudahlah tidak dapat melanjutkan hidupnya di rel kereta uap. 

 

Karena ayahnya yang sudah keluar dari relnya maka Flying Scotsman diganti oleh King Arthur, sang expres perkasa, gagah, dan setia. Oleh karena itu, keluarga Arthur terus berlanjut dengan budaya mesin uap yang gagah dan kuat. 

 

TAMAT

 

Stephenson Rocket, Robert Stephenson

1829

022

 

The Flying Scotsman, Sir Nigel Gresley

1923-1963

4472

 

King Arthur, Sir Bedivere

1919-1926

460

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s