Menemui~

Di sore hari pada tanggal 23 Februari 2020, aku menemui ibuny temanku di daerah jalan Naripan, aku dibekali 20.000 bulak balik untuk menaiki angkutan umum yang membawaku ke jalan Naripan.

Aku jalan sampai keluar komplek dan aku menaiki angkot gede bage- ST. Hall, setelah sampai Naripan aku turun dari angkot tersebut dan jalan beberapa langkah dan sampai didepan rumahku.

Setelah aku masuk ke rumah temanku, aku disambut oleh kucing yg manis yg berpemilikan temanku. Aku bertemu oleh ibu temanku yang sudah kutunggu selama 10 menit, dan ku mulai wawancara setelah d suruh duduk oleh ibunya. Beliau bernama Ibu Dewi, beliau berumur 52 tahun, dan sudah memiliki cucu.

Aku bertanya pada beliau, sudah berapa lama ibu tinggal disini? Beliau menjawab “oh sudah lama sekali tp tidak satu rumah, ibu sudah 3 kali pindah rumah, tetapi sama, di daerah sini.” Aku bertanya lagi, berapa bersaudara, aku terkejut setelah mendengar jawabannya, yaitu ada 14, 9 cewek, dan sisanya cowok. Dulu tinggal di M.Ramdan .

Setelah itu aku bertanya lagi, kegiatan apa yang pernah ibu lakukan semasa hidup Ibu, yang mengenai budaya Indonesia yaitu kerja di desain baju budaya, jadi beliau mendesain baju baju batik yang berbudaya.

Beliau berkata, budaya harus dilestarikan, jangan sampai dicuri oleh negara lain dan harus dilestarikan. Budaya Belanda juga harus dilestarikan supaya cerita-ceritanya tidak hilang. Dan lucunya kata anaknya atau teman saya, kalo budaya mah tergantung situasi dilestarikannya 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s